Ok, bukannya bermaksud apa... Tapi kadang gue suka gerah kalau ada orang yang menghina Jakarta. Sejelek apa pun Jakarta, sehina apa pun kota itu, itu tetap kota kelahiran gue, kota tempat orang tua gue bertemu, tempat gue bertemu dengan sahabat-sahabat gue yang engga ternilai harganya, tempat gue tumbuh besar, tempat yang menyimpan kenangan-kenangan gue, baik yang indah, mau pun yang jelek....
Di Jakarta, engga semua orang brengsek. Masih ada mereka yang punya hati ~kayak gue gini deh contohny,wkwkwk xdd~. Engga semua orang acuh. Gue ambil contoh di daerah kontrakan rumah gue yang sekarang. Mereka masih baik-baik, mereka masih mau jawab kalau ada orang yang nanya jalan ~waktu itu ada dosen yang bilang kalau orang Jakarta, misalkan ditanya alamat, jawabnya "tau!". Tapi bukan maksudnya "Tau dimana." Tapi "Tau ah gelap!".~, masih ada kerja bakti, masih ada yang ronda. Lingkungan tempat gue tinggal sekarang enak, asik-asik orangnya. Tapi sayang, gue aja yang introvert, ga bisa buka diri... Yah, mau gimana lagi, tuntutan keadaan...
Anyway, meski lingkungan mungkin bukan perumahaan, tapi tempat itu nyaman. Emang kadang ada tetangga yang teriak-teriak sampai kedengaran, tapi terus kenapa? Anggap aja itu real life drama. Daripada nonton sinet Indo yang kagak jelas ujung-pangkalnya. Kalau hujan got di depan rumah meluap, tapi anggap aja itu lagi jalan di pantai, hahahah... Anak-anak kecil pada mainan air got, jorok sih emang, tapi mau gimana lagi...? Tapi itu jadi hiburan sendiri, sekalian buat ngelatih orang tua, bisa engga mereka melarang anaknya untuk melakukan hal itu?!
Yah, mungkin gue egois, mungkin gue, yah, apa aja lah namanya... Tapi gue cuma mau bilang satu hal "Jangan nilai semua sama rata!". Jujur, dari dulu sampai sekarang gue benci sama orang yang selalu menilai sesuatu itu sama rata. Semua dianggap sama, engga ada yang beda. Maksudnya, benda aja ada bedanya kok, meski cetakannya sama, ini-itunya sama. Nah, gimana dengan Jakarta yang penuh dengan dinamika? Di tengah-tengah kebusukan Jakarta, masih ada tempat yang nyaman. Di tengah-tengah kemunafikan Jakarta, masih ada mereka yang berhati tulus!
Mungkin gue bisa bilang begitu karena gue dari Jakarta, karena gue bukan orang perantau yang engga tahu apa-apa tentang Jakarta. Seandainya gue perantau, mungkin gue juga akan menghina, menghujat, dan memaki Jakarta.
But then again, like I said... JANGAN PERNAH MENILAI SEMUANYA SAMA RATA!!! Di suatu sudut di Jakarta, masih ada manusia yang memiliki hati, masih ada gubuk yang layak di sebut rumah. Itulah dinamika Jakarta, itulah keindahan Jakarta. Sejelek-jeleknya Jakarta, itu tetap kota spesial untuk gue!
Kalau engga ada Jakarta, mungkin gue engga akan ada. Mungkin orang tua gue engga akan pernah ketemu, dan yang paling penting saat ini, gue engga akan pernah ketemu sama dia... Haiya, jadi galau cinta nih!
I LOVE JAKARTA!!! Meski Yogyakarta adalah kota yang indah, namun Jakarta memiliki tempat tersendiri di hati ini. Kampung halaman gue.... Tempat gue akan kembali suatu hari nanti... My beloved hometown!
Di Jakarta, engga semua orang brengsek. Masih ada mereka yang punya hati ~kayak gue gini deh contohny,wkwkwk xdd~. Engga semua orang acuh. Gue ambil contoh di daerah kontrakan rumah gue yang sekarang. Mereka masih baik-baik, mereka masih mau jawab kalau ada orang yang nanya jalan ~waktu itu ada dosen yang bilang kalau orang Jakarta, misalkan ditanya alamat, jawabnya "tau!". Tapi bukan maksudnya "Tau dimana." Tapi "Tau ah gelap!".~, masih ada kerja bakti, masih ada yang ronda. Lingkungan tempat gue tinggal sekarang enak, asik-asik orangnya. Tapi sayang, gue aja yang introvert, ga bisa buka diri... Yah, mau gimana lagi, tuntutan keadaan...
Anyway, meski lingkungan mungkin bukan perumahaan, tapi tempat itu nyaman. Emang kadang ada tetangga yang teriak-teriak sampai kedengaran, tapi terus kenapa? Anggap aja itu real life drama. Daripada nonton sinet Indo yang kagak jelas ujung-pangkalnya. Kalau hujan got di depan rumah meluap, tapi anggap aja itu lagi jalan di pantai, hahahah... Anak-anak kecil pada mainan air got, jorok sih emang, tapi mau gimana lagi...? Tapi itu jadi hiburan sendiri, sekalian buat ngelatih orang tua, bisa engga mereka melarang anaknya untuk melakukan hal itu?!
Yah, mungkin gue egois, mungkin gue, yah, apa aja lah namanya... Tapi gue cuma mau bilang satu hal "Jangan nilai semua sama rata!". Jujur, dari dulu sampai sekarang gue benci sama orang yang selalu menilai sesuatu itu sama rata. Semua dianggap sama, engga ada yang beda. Maksudnya, benda aja ada bedanya kok, meski cetakannya sama, ini-itunya sama. Nah, gimana dengan Jakarta yang penuh dengan dinamika? Di tengah-tengah kebusukan Jakarta, masih ada tempat yang nyaman. Di tengah-tengah kemunafikan Jakarta, masih ada mereka yang berhati tulus!
Mungkin gue bisa bilang begitu karena gue dari Jakarta, karena gue bukan orang perantau yang engga tahu apa-apa tentang Jakarta. Seandainya gue perantau, mungkin gue juga akan menghina, menghujat, dan memaki Jakarta.
But then again, like I said... JANGAN PERNAH MENILAI SEMUANYA SAMA RATA!!! Di suatu sudut di Jakarta, masih ada manusia yang memiliki hati, masih ada gubuk yang layak di sebut rumah. Itulah dinamika Jakarta, itulah keindahan Jakarta. Sejelek-jeleknya Jakarta, itu tetap kota spesial untuk gue!
Kalau engga ada Jakarta, mungkin gue engga akan ada. Mungkin orang tua gue engga akan pernah ketemu, dan yang paling penting saat ini, gue engga akan pernah ketemu sama dia... Haiya, jadi galau cinta nih!
I LOVE JAKARTA!!! Meski Yogyakarta adalah kota yang indah, namun Jakarta memiliki tempat tersendiri di hati ini. Kampung halaman gue.... Tempat gue akan kembali suatu hari nanti... My beloved hometown!

0 komentar:
Poskan Komentar